Janji Stroller

Janji Stroller ~ Rasanya senang, namun juga sedih mengingat janji yang aku buat dengan Tsaqif beberapa hari lalu, Janji memang sangat mudah ya di katakan namun saat sesuatu terjadi dengan terkabulnya janji ini, maka otomatis janji akan berubah menjadi asebuah hutang.

Ceritanya adik Tsaqif ini susah banget di ajak naik ke stroller. Stroller ini juga bukan punya kami, namun punya anak dari kakak suami. Ga enak sebenarnya menaruh Tsaqif di barang yang bukan miliknya, namun buat perkenalan tak apalah..toh ntar juga kalo dia memang mau dan butuh pasti saya belikan. Nah.,.saat saya taruh di Stroller, bawaannya nangis mulu, ga cozy gitu..ya udah janji dech si emak ini "Adik Tsaqif kalo memang bisa bubuk di Stroller, bakalan bunda belikan dech stroller buat adik..". Secara dia emang ga suka ini...

Nah,,,ternyata selang dua hari ini dan sejak postingan ini aku tulis, Tsaqif bisa tidur lho di stroller milik vida ini sebanyak 3 kali. Kemarin pagi dengan suami, tadi pagi denganku dan saat aku nulis tulisan ini. Akhirnya,,si bunda ini punya hutang dech satu stroller. Masalahnya adalah sekarang ini lagi liburan sekolah yang membuat gaji guru terhambat diberikan (nunggu masuk tanggal 9 July), sedangkan aku kok dah mulai gerah ya lihat anak pertamaku ini asik di stroller sepupunya,,,pengennya punya dia sendiri gitu. Apalagi kok ya aku lagi bokek dech,,klop dah.....Akhirnya setelah diskusi alot ama Hubby di bilang dech kalo ntar kita ada uang lebih kita beli stroller buat adik Tsaqif...poor Tsaqif..sabar ya nak....pasti Bunda dan Abi belikan kok.

Tsaqif tertidur lelap dengan Stroller milik sepupunya Afifa/Vida

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar