Meriahnya Ramadhan : THR Di Kantong Merah Vs Baju Baru

THR adalah Tunjangan Hari Raya, biasanya berupa uang yang jika jaman waktu kerja dulu adalah 1 bulan gaji. So, bisa dipastikan yang namanya menerima THr pasti senangnya bukan main, karena itu berarti aku bakalan dapat 2x gaji dalam 1 bulan, bahasanya PNS mah gaji ke-13. Begitu juga dengan tahun 2012 ini yang notabene saya sekarang adalah emak-emak yang nganggur di rumah dan hanya berprofesi sebagai blogger dan juga ibu rumah tangga, namun tetap juga yang namanya THR selalu dinanti. Kali ini bukan THR sendiri sich, namun THR suami.
Ini merupakan Gambar dari Isi kantong THR suami (kanan atas), Kumpulan THR Guru yang belum diambil (Kiri Atas), Almari baju Tsaqif yang berisikan sederetan baju baru semua


Jika dulu THR adalah uang, kali ini bukanlah. Namanya juga suami adalah pengajar di sekolah swasta yang nyambi ngeblog, so pasti THRnya juga bukan gaji ke 13. Namun berupa sembako yang sekantong plastik merah. Isinya ada beras Poles 5Kg, Gula putih 3Kg, Snack Steak 1/2Kg, Minyak Goreng 2Kg, Syrup Melon 1 botol. Untuk ukuran kami yang hidup ber-3 mah lumayan buat lebaran nanti.

Yang meriah adalah THR-nya dibungkusin di rumah dan para guru yang mengambil sesuai dengan nama yang di tempel di kantong merah tersebut. Dan jangan khawatir karena isinya sama kok. Ini dibungkusin di rumah karena bapak mertua atau bapak Hubby adalah Kepala Sekolah sekolah suami mengajar juga. Hihihihi..jadi ceritanya setelah THR-nya dimasukin ke kantong, ujung-ujungnya punya suami sama bapak mertua malah pugarin lagi.

Baju Baru Buat Tsaqif




Ah,,,yang namanya baju baru tidak terlepas dari yang namanya lebaran ya,,,dan memang ada kesan bahwa kita belum lebaran jika tidak memakai baju baru. Sah-sah aja sich memakai baju baru, asal bukan baju baru di buang ke sungai, baru di makan tikus, baru di kunyah sapi (nglantur ya??). Nah ini juga terjadi ama pangeranku yang baru berumur 6 bulan ini. Sebenarnya jujur ya saya tidak berkenan membelikan baju baru, selain baju yang dikasih orang waktu lahiran juga masih ada 11 potong, kita juga masih bingung mau dibelikan baju yang model kayak bagaimana.

Eh..saat hari Minggu kemarin ibuku yang notabene adalah nenek Tsaqif (nama putra kami), membelikan baju 5 potong atas bawah, ditambah dengan kasin yang so pasti ditolak sama penjahit karena mepet lebaran. Total Tsaqif punya baju 16 potong. Sang suami yang cuek habis sampai geleng-geleng, dan beliau nyeletuk "Buat Tsaqif bajunya banyak banget, bisa buat lebaran tahun depan sekalian ya??" Hihihihihihi....^^ Lucky Tsaqif.

Senangnya akhirnya lebaran tahun 2012 kami bisa merayakan dengan kehadiran putra pertama kami Tsaqif. Semoga lebaran kali ini memberikan keceriaan yang luar biasa dan mengembalikan kita kepada yang fitri.

MOHON MAAF LAHIR BATIN

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar