Kembang Sawi di Bulan Ramadhan

Puasa memang banjir yang namanya rejeki, mulai dari makanan, parsel, sampai dengan sayur-mayur dikasih orang mulai berdatangan. Mungkin karena bapak mertua adalah salah satu ustad di desa kami makanya orang-orang banyak memberikan ater-ater ke rumah kami. Salah satunya adalah sayur sawi yang diberikan oleh tetangga kita yaitu mbak Ten. (bukan mbak 10 lho)
Sekilas warna kuningnya mirip kembang kertas ya....

Memang kalo di Kampung yang namanya Ramadhan itu banyak sekali orang berbagi nasi berkat ke tetangga sebagai ucapan puji syukur karena bisa menemui Ramdhan tahun tersebut, juga sebagai rasa syukur dan perayaan adanya Idul Fitri setelah bulan puasa.

Perjalanan puasa tahun ini kayakanya kurang lancar bagi aku, karena aku ternyata banyak bolongnya..maklumlah ibu menyusui. Sebenarnya jika mau jujur ya..aku ini kuat bangetttt puasa mesti menyusui. Namun apa daya tiap kali puasa si kecil Tsaqif rewel mulu, nangis ga selesai-selesai dan gitu panas mulu, masak 3 minggu panas 3x.Bujubunenggg.....(lebainya aku,,hihihi)

Karena si Hubby khawatir sama si Tsaqif, ya akhirnya mau-ga mau ya disuruh mokel (istilah kita untuk kata membatalkan puasa dan akhirnya makan sebelum waktu buka karena sesuatu hal). Kayak hari ini, aku harus mokel di jam 9:30 Wib karena Tsaqif mogok mimik ASI dan malah nangis trus ga mau tidur dari jam 5:30 Wib tadi. Ya akhirnya si Hubby nyuruh aku mokel dan makan saja sapa tahu ASInya emang ga enak, makanya si kecil jadi rewel. Eh,,ditengah-tengah aku makan malah si Tsaqifnya bubuk di gendong hubby...hihihihi...dasar.....^^

Yang pasti tetap semangat puasa jika memang dikehendaki,,yang penting tiap pagi sahur. Apapun yang terjadi jika siang menjelang ya ....nasib... dan memang berkah dan nikmat..yang pasti apapun itu di syukuri. Amin

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar